Home Info Kampus LDK UIA Hadiri Kajian Dakwah Universitas Respati Indonesia

LDK UIA Hadiri Kajian Dakwah Universitas Respati Indonesia

Tema: Move On Dengan Hijrah, Tahun Baru Hati Baru

17
0
SHARE
LDK UIA Hadiri Kajian Dakwah Universitas Respati Indonesia

Keterangan Gambar : Peserta kajian "Move On Dengan Hijrah, Tahun Baru Hati Baru" (foto sania)

Ukuran keberhasilan hijrah tidak terletak pada seberapa besar perubahan yang ditunjukkan seseorang, melainkan pada seberapa konsisten seseorang menjalani proses perubahan tersebut.

 

Jakarta, edukasinews.com-Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Universitas Islam As-Syafi'iyah menghadiri kegiatan Kajian Dakwah bertema "Move On Dengan Hijrah, Tahun Baru Hati Baru" yang diselenggarakan oleh UKM Lembaga Dakwah Kampus Shaffurrahman Universitas Respati Indonesia pada Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang 102 Kampus A Universitas Respati Indonesia tersebut dihadiri oleh mahasiswa, aktivis dakwah kampus, serta mahasiswa yang memiliki semangat untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan.

Kajian ini menghadirkan Ustadz Ahmad Adriyansyah, S.Pd. sebagai narasumber yang menyampaikan materi mengenai makna hijrah dalam kehidupan sehari-hari serta pentingnya menjaga konsistensi dalam proses perubahan diri. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa hijrah merupakan proses perubahan yang dinamis dari kondisi yang kurang baik menuju keadaan yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam.

Menurutnya, ukuran keberhasilan hijrah tidak terletak pada seberapa besar perubahan yang ditunjukkan seseorang, melainkan pada seberapa konsisten seseorang menjalani proses perubahan tersebut. Oleh karena itu, istiqamah menjadi salah satu kunci utama dalam mempertahankan semangat hijrah agar tetap berjalan dalam jangka panjang.

Ustadz Ahmad Adriyansyah juga memaparkan tiga metode yang dapat diterapkan dalam proses hijrah. Pertama, Niat, yaitu meluruskan tujuan hijrah semata-mata karena Allah SWT. Niat yang ikhlas menjadi landasan utama agar setiap perubahan yang dilakukan bernilai ibadah dan tidak bergantung pada penilaian manusia.

Kedua, At-Tadarruj atau dilakukan secara bertahap. Beliau menekankan bahwa hijrah tidak harus dilakukan secara instan, melainkan dapat dimulai dari kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Perubahan yang dilakukan sedikit demi sedikit dinilai lebih efektif dalam membentuk karakter dan kebiasaan yang baik.

Ketiga, Tafaqquh, yaitu memperdalam pemahaman agama. Menurutnya, semangat hijrah harus dibarengi dengan ilmu agar seseorang mampu menjalankan perubahan sesuai dengan ajaran Islam yang benar. Dengan demikian, hijrah tidak hanya didasarkan pada motivasi sesaat, tetapi juga pada pemahaman yang kokoh terhadap nilai-nilai agama.

Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai tantangan menjaga istiqamah, pergaulan di era modern, serta peran generasi muda dalam menyebarkan dakwah yang positif di lingkungan kampus dan masyarakat.

Menjelang berakhirnya sesi tanya jawab, Ustadz Ahmad Adriyansyah menyampaikan sebuah pesan yang menjadi moto hidupnya. Beliau mengajak para peserta untuk tidak hanya meminta kemudahan dalam hidup, tetapi juga memohon kekuatan kepada Allah SWT dalam menghadapi setiap ujian. Pesan tersebut disampaikan melalui kalimat, "Berdoalah agar diberi banyak ujian dan cobaan, dan berdoalah agar kita diberi kekuatan untuk menghadapi ujian tersebut."

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat hijrah di kalangan mahasiswa terus tumbuh dan berkembang, sehingga mampu melahirkan generasi yang berakhlak baik, berilmu, serta istiqamah dalam menjalankan nilai-nilai Islam di tengah berbagai tantangan zaman.***(SANIAH)